Selasa, 11 Oktober 2011

makalah IBD "Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional"

Disusun Oleh :

Fitria Rostiana

18210036

1 EA 26

Fakultas Ekonomi

Program Sarjana Ekonomi Manajemen




KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Peran Budaya Daerah memperkokoh ketahanan Budaya Nasional”.
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai peran budaya daerah di era globalisasi beserta permasalahannya (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). . Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus belajar lebih  banyak untuk mengetahui segala aspek Ilmu Budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dan kita harus terus berkarya dengan penuh kreativitas dalam menggali Ilmu Budaya Dasar. 
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai peran budaya daerah untuk memperkokoh ketahanan nasional.       Kami sadar bahwa dalam tulisan ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik dalam makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
                       
Bekasi, 9 Oktober 2011

Penyusun









i
 
 

DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                                                       i
Daftar Isi                                                                                                                                 ii
BAB I             PENDAHULUAN                                                                                                     1
1.  Latar Belakang                                                                                                                   1
2.  Tujuan                                                                                                                                2
3.  Sasaran                                                                                                                               3
BAB II PERMASALAHAN                                                                                                             4
1.    Kekuatan                                                                                                                            4
2.    Kelemahan                                                                                                                                     4
3.    Peluang                                                                                                                               5
4.    Tantangan                                                                                                                           6
BAB III  REKOMENDASI                                                                                                  7
Kesimpulan                                                                                                                             7
Rekomendasi                                                                                                                          7
Referensi                                                                                                                                 8















ii
 
 

BAB I PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
Kemajuan teknologi di era globalisasi ini seolah-olah mengalahkan kebudayaan sendiri. Setidaknya hal ini yang kita rasakan saat ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut didukung pula oleh arus globalisasi, yang seharusnya diimbangi dengan berkembangnya kebudayaan kesenian asli sehingga dapat berjalan beriringan / bersama - sama dan ikut pula mewarnai masuknya kebudayaan – kebudayaan asing yang tumbuh cukup subur di negara ini.
Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa “kebudayaan” sebagai “kesenian”, meskipun kita sudah memahami bahwa kesenian adalah sebagai dari kebudayaan. Hal ini dikarenakan kesenian memiliki bobot yang besar dalam kebudayaan. Kesenian sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.  
Dan di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara  cara tertentu membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif nya sendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama di dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai – nilai Budaya kita oleh pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita.
Walaupun teknologi di era globalisasi ini sudah menjadi faktor dominan dalam kultur kehidupan manusia masa kini dan sudah menjadi ketergantungan yang hebat, namun sebaliknya kita harus dapat mewarnai era globalisasi ini dengan dikembangkannya kebudayaan negeri sendiri.
Oleh karena itu, untuk  meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya  pengem­bangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi, revitalisasi, refung­sionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan, sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya seni.  Di sinilah awal dari kesenian menjadi kekayaan budaya dan “modal sosial-kultural” masyarakat.

1

Kebudayaan daerah Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya daerah Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Dalam lingkungan budaya nasional yang bervariasi demikian, setiap masyarakat Indonesia sebaiknya tidak ada yang merasa mendapat perlakuan diskriminatif. Budaya demikian diharapkan dapat memberikan rasa kesatuan dan persatuan bagi setiap warga negara Indonesia, yang merupakan perekat yang sangat diperlukan, terutama akhir-akhir ini, ketika marak terdengar keinginan kelompok-kelompok tertentu di tanah air untuk memisahkan diri dalam negara-negara bagian. Salah Salah satu unsur budaya yang dapat berperan ialah bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan untuk bangsa Indonesia melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

 
           
2.        Tujuan
Tujuan diperlukannya peran budaya daerah dalam memperkokoh ketahanan budaya nasional yaitu :
a.    Agar masyarakat sadar akan kebudayaan bangsa dengan dihidupkannya kembali kesenian yang diharapkan generasi terdahulu dapat memberikan pengetahuannya kepada generasi muda saat ini yang tidak seharusnya hanya mengenal teknologi formal saja melainkan budayanya sendiri sehingga generasi muda dapat mewujudkan, mengembangkan dan mengkomunikasikan karya – karya dan objek – objek kebudayaan Bangsa Indonesia
b.    Masuknya budaya-budaya asing yang dapat mengikis budaya daerah sehingga kita harus dapat mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia.
c.    Agar budaya kita tidak di klaim oleh negara lain.


2

d.   Membina dan mengembangkan kebudayaan nasional yang beralih ikut berpartisipasi membina bangsa dan memperkuat kelangsungan hidup bangsa dan negara

e.    Dengan mengubah sikap dan juga perilaku masyarakat Indonesia  agar dapat meningkatkan jiwa patriotisme, rasa memiliki budaya yang beraneka ragam dengan melestarikan dan mempertahankan kebudayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia saat ini  yang merupakan asset Bangsa Indonesia dimasa sekarang dan di masa yang akan datang
f.     Meningkatkan kualitas seniman Indonesia
g.    Mendorong potensi seniman Indonesia dalam menghadapi proses silang budaya dan juga memperkaya kebudayaan nasional

3.        Sasaran
Sasaran dari peran budaya daerah dalam memperkokoh ketahanan budaya nasional yaitu
a.         Terwujudnya kerjasama yang sinergis antar masyarakat  dalam pengelolaan dan pelestarian kekayaan budaya.
b.         Terwujudnya masyarakat yang berkepribadian, berbudi luhur dan sejahtera dalam pengamalan nilai-nilai dan pemanfaatan kekayaan budaya.















                                                                                     3

BAB II PERMASALAHAN

Dalam rangka meningkatkan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.      Kekuatan (Strength)
a.     Keanekaragaman budaya bangsa yang beraneka ragam seperti suku, kesenian dan kekayaan nilai budaya yang multikurtural
b.    Budaya daerah memiliki ciri khas sendiri yang dapat menarik wisatawan asing terhadap budaya daerah kita.
c.     Keanekaragaman seni dan keunikan budaya menjadi warisan negara dan dunia                 di antaranya wayang dan keris yang telah di tetapkan sebagai warisan dunia
d.      Peran Departemen Kebudayaan yang aktif dalam forum kerjasama kebudayaan                ditingkat internasional, regional serta sub regional memberikan kesempatan yang luas bagi dukungan masyarakat internasional terhadap pembangunan kebudayaan nasional sehingga dapat mendorong potensi masyarakat dalam menghadapi proses silang budaya dan juga memperkaya kebudayaan nasional
e.       Kebudayaan lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa yang dapat mewakili identitas negara sehingga harus tetap di jaga  serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

2.      Kelemahan (Weakness)
a.    Masih kurangnya apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan produk dalam negeri
b.    Minimnya komunikasi budaya yang sering menimbulkankan perselisihan antar suku yag akan berdampak menurunnya ketahanan budaya bangsa.
c.    Kurangnya informasi terhadap masyarakat jika ada pembaharuan dan budaya baru yang muncul
d.   Krisis nilai budaya atau jati diri nasional terhadap nilai-nilai sosial dan rasa cinta tanah air yang pernah di anggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia makin pudar bersamaan dengan menguatnya nilai-nilai matrialisme

4

e.    Tidak mampunya bangsa Indonesia mengembangkan budaya global yang lebih relevan untuk upaya pembangunan bangsa dan karakter bangsa
f.     Kurangya pembelajaran budaya yang seharusnya ditanam sejak dini agar dapat mengetahui pentingnya budaya daerah dalam mebangun bangsa.

 
 

3.      Peluang (Opportunity)
a.    Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak positif terhadap ketahanan budaya jika adanya akulturasi budaya yaitu ciri khas dan identitas kebudayaan semakin berkembang
b.    Indonesia dipandang dunia internasional karena kekuatan budayanya.
c.    Penghargaan dunia atas warisan budaya lokal mampu mengangkat citra dan martabat bangsa dan Negara
d.   Banyaknya lembaga atau pihak di luar negeri yang tertarik akan budaya bangsa baik berupa benda peninggalan sejarah dan purbakala (benda cagar budaya) maupun dengan kesenian dan nilai tradisi
e.    Kemajuan teknologi membuka peluang untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya
f.     Kemajua pariwisata, kekayaan budaya yang melimpah mampu menjadikan daya tarik budaya untuk mendatangkan wisatawan asing
g.    Meningkatnya budaya pembelajar (learning culture) yang berorientasi iptek dan kesenian sehingga mampu mendukung upaya untuk peningkatan peradaban manusia
h.    Terwujudnya pengelolaan aset budaya yang dapat dijangkau secara adil bagi masyarakat luas sehingga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi dan pengembangan kebudayaan secara optimal dan berkelanjutan
i.      Terwujudnya kebijakan pengelolaan keragaman budaya yang komprehensif, sistematis dan berkelanjutan untuk memperkokoh integrasi bangsa






5
4.      Tantangan / Hambatan (Threats)
a.    Perubahan lingkungan alam dan fisik yang dapat mengubah pola pikir serta pola hidup masyarakat.          
b.    Masih kurangnya penghargaan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual di bidang kebudayaan dengan melihat terjadinya hak paten atas karya dari pembajakan seni budaya kita
c.    Lemahnya SDM pengelola kekayaan budaya baik tingkat pusat maupun daerah
d.   Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negatif terhadap ketahanan budaya seperti kemungkinan terjadinya kehilangan nilai budaya Indonesia yang saat ini makin memudar
e.    Kemajuan teknologi yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ditinggalnya budaya daerah.
















6


BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.      Kesimpulan
Masih kurangnya rasa kesadaran memiliki dan rasa cinta masyarakat terhadap budaya Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat sekaligus generasi penerus Bangsa Indonesia harus perduli sejak dini untuk tetap melestarikan budaya bangsa dan selalu menjunjung tunggi nilai kebudayaan agar tidak punah oleh budaya asing.

2.      Rekomendasi
Melakukan pembaharuan budaya dan belajar dengan menanamkan pendidikan dan pengetahuan tentang berbagai macam kebudayaan Bangsa Indonesia sejak dini supaya budaya kita dapat diteruskan sebagai warisan bangsa yang tidak ternilai harganya, tidak punah dan di ambil atau dibajak oleh negara lain. Tetap terus berkarya dan belajar berbagai macam kesenian budaya misalnya dengan memperkenalkan kesenian wayang kulit wayang golak atau memakai batik yang merupakan ciri khas dari pakaian Bangsa Indonesia yang sebenarnya batik itu bukan hanya pakaian formal saja tetapi dapat dipakai dalam setiap acara. Sebagai masyarakat sekaligus generasi penerus bangsa kita harus bangga terhadap kubadayaan dalam negeri yang hamper sebagian besar sudah di kenal di mancanegara.
7
 

REFERENSI



digilib.petra.ac.id
www.fsrd.itb.ac.id
www.bappenas.go.id
www.mail-archive.com
Dra.Elly M Setiadi M.Si, Drs.H.Kama Hakam M.Pd dan Drs.Ridwan Effendi M.Ed, 2008.Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Prenada Media,Jakarta
www.isbdti.blog.uns.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar